logoblog

Cari

Tutup Iklan

Menghargai Wanita Sebagai Patner Sejati Pria

Menghargai Wanita Sebagai Patner Sejati Pria

KM Nggusuwaru – Tanggal 21 April, menjadi catatan sejarah lahirnya perjuangan persamaan derajat wanita pada masa kolonialisme, atau yang lebih familiar

Tokoh

KM Nggusu Waru
Oleh KM Nggusu Waru
20 April, 2015 20:43:20
Tokoh
Komentar: 2
Dibaca: 103835 Kali

KM Nggusuwaru – Tanggal 21 April, menjadi catatan sejarah lahirnya perjuangan persamaan derajat wanita pada masa kolonialisme, atau yang lebih familiar dengan emansipasi wanita. Pelopor semangat perjuangan wanita ini adalah Raden Ajeng Kartini, atau lebih lengkapnya Raden Ayu Kartini. Beliau lahir di Jepara pada tanggal 21 April 1879. Wanita pribumi yang dinobatkan menjadi pejuang perempuan di Indonesia, salah satu wanita cerdas dan kritis yang pernah dimiliki oleh bangsa Indonesia.

R.A Kartini adalah tokoh sentral untuk membentuk generasi penerus. Ia menjadi salah satu fondasi yang kuat terutama dalam sebuah keluarga. Kartini adalah sosok perempuan yang berkomitmen kuat untuk meningkatkan derajat perempuan. Dengan mendirikan berbagai macam sekolah untuk perempuan, sehingga bisa belajar, tanpa memandang status sosial. Karenanya tantangan bagi wanita masa kini semakin berat, tidak hanya untuk menjadi istri dan seorang ibu, tetapi juga harus mampu mengaktualisasikan dirinya.

Cita-cita Kartini untuk memajukan perempuan Indonesia terus digalakkan. Perempuan harus bisa berkarya dan bukan hanya terampil di dapur saja, melainkan juga ruang publik. Saat ini diperlukan kartini-kartini lainnya yang diharapkan memberikan sumbangsih pada negeri dan menjadi teladan generasi selanjutnya.

Selamat hari kartini. Perjuangkan Emansipasi Wanita secara kodrati dan tidak dengan cara radikal yang pada akhirnya membuat rivalitas antara pria dan wanita.

Apa itu Emansipasi Wanita?

Emansipasi wanita adalah memperjuangkan agar wanita bisa memilih dan menentukan nasib sendiri dan mampu membuat keputusan sendiri. Untuk tahap selanjutnya pembekalan agar wanita mampu untuk menentukan nasib dan membuat keputusan ini sering disebut dengan pemberdayaan wanita.

Dengan adanya pemberdayaan wanita ini diharapkan wanita bebas menentukan dan melakukan apa yang diinginkannya. Kebebasan di sini maksudnya kebebasan yang berkualitas, bukan kebebasan seratus persen. Karena biar bagaimanapun tetap saja ada perbedaan yang prinsipil antara wanita dan laki-laki. Ada pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan wanita hanya pria yang bisa, sesuai dengan kodrat masing-masing begitu juga sebaliknya wanita itu mempunyai kehebatan-kehebatan yang tidak dimiliki laki-laki.

 

Baca Juga :


Emansipasi yang dengan susah payah diperjuangkan oleh Kartini seharusnya ditindaklanjuti dengan tindakan nyata. Jangan hanya sebatas tataran konsep. Karena jika masih pada tataran konsep belaka, maka tujuan yang diharapkan selama ini akan menjadi sia-sia. Bukti dari kesia-siaan itu adalah masih banyaknya wanita yang belum merasakan kesamaan gender terutama bidang pendidikan.

Memang ada sebagian wanita yang sukses dan mempunyai pendidikan yang tinggi namun tidak sedikit pula wanita yang hanya mempunyai pendidikan SD/sederajat. Hal inilah yang terkadang membuat para wanita itu menjadi bahan ekploitasi baik fisik maupun seksual oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Emansipasi wanita jangan disalah artikan, atau diterjemahkan dalam bentuk yang kasar. Wanita adalah sama dengan pria, ya wanita tak boleh dihinakan, karena wanita adalah ibu dari manusia, wanita adalah guru dan pendidik pertama kita, tapi tetap diingat wanita itu beda atau ada perbedaan dengan pria.

Wanita adalah partner pria seperti kekerasan mesti dihadapi dengan kelembutan dan nalar mesti dihiasi dengan emosi/perasaan. Wanita itu adalah patner sejati pria, bukan pesaing pria ataupun rivalitas pria, melainkan adalah teman hidup.

Ingatlah wanita itu diciptakan Allah bukan dari tengkorak kepala, jadi bukan untuk disembah ataupun dipuja, tapi bukan pula diciptakan dari tulang kaki, jadi bukan untuk diinjak-injak atau dihinakan. Tapi wanita itu dicipta dari tulang rusuk pria, berarti wanita itu adalah patner sejati Pria. (*AL) - 05



 
KM Nggusu Waru

KM Nggusu Waru

KM Nggusuwaru: Komunitas Kampung Media Kota Bima. Alamat: Jalan Poros, Kelurahan Tanjung - Kota Bima. Koordinator: Yudha Tudiansyah. email : yudhadiansyah@yahoo.com, Kontak Person: 082 339 810 123 - 081 735 7641

Artikel Terkait

2 KOMENTAR

  1. KM. Sukamulia

    KM. Sukamulia

    21 April, 2015

    Artikel yang luar biasa kawan,,, Setelah membaca artikel ini, kiranya kita semua dapat menyadari betapa pentingnya peranan perempuan dalam kehidupan kita sehari-hari. Perempuan merupakan pater kerja yang harus kita hargai dan berdayakan sebab tanpa perempuan kita tidak akan bisa lahir di dunia ini. Mari kita mulai menghargai perempuan dan memberikan hak-hak yang mereka miliki.


    1. KM Nggusu Waru

      KM Nggusu Waru

      21 April, 2015

      Menghargai, menghormati, dan melindungi Wanita (perempuan) adalah harga mati.. Trims saudara ku KM Kaula


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan