logoblog

Cari

Tutup Iklan

Tuan Guru Haji Umar Kelayu

Tuan Guru Haji Umar Kelayu

KM. Sukamulia – Pulau Lombok yang terkenal dengan julukan Pulau Seribu Majid bukan hanya kaya dengan masjid saja, namun Lombok juga

Tokoh

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
24 Juni, 2015 19:33:35
Tokoh
Komentar: 2
Dibaca: 62018 Kali

KM. Sukamulia – Pulau Lombok yang terkenal dengan julukan Pulau Seribu Majid bukan hanya kaya dengan masjid saja, namun Lombok juga kaya akan tokoh penyebar agama Islam, seperti Tuan Guru, Kiyai/Dai dan Ustaz. Banyaknya tokoh penyebar islam memiliki pengaruh yang sangat besar bagi keberadaan masjid, suarau dan madrasah sebab para penyebar Islam dari Lombok sebagain besar menyebarkan agama islam melalui aspek pendidikan, lebih-lebih pada zaman sekarang ini. Salah satu tokoh penyebar agama Islam Lombok yang sangat mashur adalah Tuan Guru Haji Umar Kelayu yang dilahirkan di Desa Kelayu Lombok Timur pada sekitar tahun 1200 Hijriah.

Dalam buku yang berjudul “Tokoh & Sejarah Perkembangan Islam Lombok” karya Bahri yang diterbitkan oleh Pustaka Widya dipaparkan bahwa Tuan Guru Haji Umar tercatat sebagai salah satu tokoh pejuang Islam pertama di Lombok Timur yang memperjuangkan dan menyebarkan agama Islam secara terkoordinir dengan memusatkan kegiatan penyebaran agama Islam di masjid, surau dan tempat tinggalnya. Menurut beberapa catatan yang pernah dipublikasikan di berbagai halaman internet dan buku tokoh pejuang islam Lombok, leluhur Tuan Guru Haji Umar merupakan orang yang alim dan taat menjalankan syari’at isalam. Kakek Tuan Guru Haji Umar bernama Kiyai Nurul Huda dan bapak dari Tuan Guru Umar adalah Kiyai Ratna yang terkenal karena sifatnya yang sangat pemurah kepada siapapun.

Informasi lain yang termuat dalam Paedagogik di Kelayu dinyatakan bahwa sebelum Tuan Guru Haji Umar Kelayu berjuang menyebarkan agama Islam, di wilayah Kelayu Lombok Timur terdapat seorang seorang tokoh spiritual bernama Haji Muhammad Amin (orang Kelayu yang pertama naik haji). Materi pengajian berkisar pada perukunan (fiqih) dan sifat duapulu (tauhid) yang diajarkan dengan methode halaqah. Disamping itu beliau juga memberikan pelajaran membaca Al-Qur’an (istilah: Ngaji bawa’ lumbung) dalam waktu yang berbeda. Pada periode selanjutnya dilakukan adalah TGH Umar, setelah beliau memperdalam Ilmu Agama Islam di Tanah Haram. Ia berdakwah tidak sebatas di Desa Kelayu melainkan sampai ke Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Barat. Pada masanya, turut serta saudaranya, Ormat alias Puk Isah, di Kokok Lauk yang murid-muridnya dari wilayah bagian Timur dan Selatan, seperti: Teros, Dasan Kurang sampai ke Penede Gandor. Kemudian disusul oleh Tuan Guru H. Abdullah, TGH. Abdul Halim, TGH. Syamsuddin dan TGH. Muhammad Nasir, masing-masing di Gubug Tengak, dan TGH. Munsyifuddin (Baba) di Kokok Lauk, Ust. Mas’ud (Abu Masrah) di Peresak, dan Guru Mahmud Mahya di Ledang, menyusul Ust. ‘Alimuddin HS di Peresak, dan setelah kemerdekaan RI perkembangan dakwah di Kelayu berjalan sangat pesat, dengan jumlah asatidz dan asatidzah yang cukup banyak.

Mengacu dari keterangan di atas, maka penyebar agama Islam pertama di wilayah Kelayu pada khususnya dan Lotim pada umumnya yang berasal dari Desa Kelayu bukanlah Tuan Guru Haji Umar, melainkan Haji Muhammad Amin dan tidak menutup kemungkinan beliau (Tuan Guru Haji Umar) pernah belajar ilmu agama pada Haji Muhammad Amin Kelayu.

Terlepas dari hal itu, tulisan kali ini hanya akan membahas tentang Tuan Guru Haji Umar Kelayu. Terkait dengan Tuan Guru Haji Umar Kelayu, beberapa sumber menceritakan bahwa beliau memiliki enam orang saudara namun sampai saat ini belum diketahui siapa saja nama saudara-saudara Haji Umar itu. Yang dikenal hanyalah dua orang, yaitu Tuan Guru Haji Usaman yang merupakan saudara Tuan Guru Haji Umar yang telah menghafal seluruh ayat Al-Qur’an dan Ormat (Papuk Isah) yang membantu Tuan Guru Haji Umar berjuang menyebarkan ajaran agama Islam di wilayah Teros, Dasan Kurang, hingga ke Peneda Gandor Desa Kelayu Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur.

 

Baca Juga :


Pada masa kecilnya, Haji Umar Kelayu belajar membaca Al-Qur’an di Tanjung Teros Lombok Timur, kemudian beliau belajar ke Sekarblea pada Tuan Guru Haji Mustafa dan Haji Amin. Setelah berusia 14 tahun, beliau diperintah untuk naik haji ke Makkah oleh ayahandanya dan beliaupun berangkat ke Makkah melalui Labuhan Haji. Di makah beliau berguru ilmu hadits kepada beberapa orang tuan guru besar dan pada usia 15 tahun beliau kembali ke Lombok untuk menyebarkan ilmu agama yang telah beliau peroleh di tanah haram (Makkah Al-Mukarramah). Menurut informasi yang beredar, Tuan Guru Haji Umar ke Makkah dalam tiga periode dan pada periode ke-tiga, beliau menetap dan wafat di Kampung Nispalul dan di makamkan di Mu’alla Makkah pada tanggal 8 Rabiul Ahir tahun 1349 Hijriah. Namun hingga saat ini, informasi lengkap mengenai periode kepergian dan kepulangan beliau ke Makkah sangatlah kurang, terutama informasi yang terkait dengan peride kedua dan ketiga.

Menurut beberapa informasi, Tuan Guru Haji Umar Kelayu terkenal dengan gelar “Datuk Arwah Ilang Mekah”, namun hingga saat ini belum diketahui siapa orang yang pertama kali memberikan gelar itu kepada beliau. Selama hidupnya, Tuan Guru Haji Umar Kelayu memiliki dua buak karya besar, yaitu Burdah Al Umary yang disusun dengan bahasa sastra yang indah dan Kitab Maulidil Berzanzi yang berjudul La’luil Mansyur. Selain dua buah karya tulis tersebut, beliau juga dikenal sebagai pendiri/pelopor berdirinya Masjid Jamia Al-Umary Kelayu.

_By. Asri The Gila_ [] - 05



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

2 KOMENTAR

  1. KM JONG CELEBES

    KM JONG CELEBES

    16 Juni, 2015

    TGH. Umar Urbani adalah keturunan datu selaparang Islam. Pendiri Masajid Al-Umari tahun 1300. beliau penyebar ajaran Islam bersama dengan saudara-saudaranya, seperti TRETETE (pendidri majid pancor). Sangat terkait dengan tulisan KM Jong Celebes "Masyarakat Kelayu dengan Penyebaran Islam". Bahkan semasa hidupnya beliau Maulana syek pernah menjadi murid pada TGH Umar Urbani.


    1. KM. Sukamulia

      KM. Sukamulia

      17 Juni, 2015

      Terimakasih atas informasinya pak, namun Tretetet bukanlah saudara dari Haji Umar, melainkan anaknya. Jika bapak mempunyai info tentang nama saudara-saudara dan istri serta keluarga dekatnya, tiang mohon informasinya. terimakasih dan salam dari kampung.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan