logoblog

Cari

Profil Pimpinan Ponpes As Sulamy Langko

Profil Pimpinan Ponpes As Sulamy Langko

“Dari keteguhan jiwa, ketegasan Dan bijaksana menjadi karismatik” Mamik Jamhur adalah seorang kelahiran Langko tahun1966 Dia berperan sebagai pimpinan ponpes Ass-Sullamy Langko,

Tokoh

AHMAD JASYADI
Oleh AHMAD JASYADI
17 April, 2017 16:01:19
Tokoh
Komentar: 0
Dibaca: 11216 Kali

“Dari keteguhan jiwa, ketegasan Dan bijaksana menjadi karismatik”

Mamik Jamhur adalah seorang kelahiran Langko tahun1966 Dia berperan sebagai pimpinan ponpes Ass-Sullamy Langko, yang berlokasi di Desa Langko kec. Lingsar kab. Lombok Barat.Yang lebih populernya sekarang menjabat sebagai DPRD Dapil 5 Lingsar-Narmada dan sebagai sekertaris DPC (Dewan Pimpinan Cabang) dari pertai PKB (Partai Kebangkitan Bangsa). Dia adalah sosok pemimpin yang kharismatik.

Biografi

Semenjak kecil mamik Jamhur hidup penuh kesederhanaan. Dia dihidupkan dan dibesarkan dalam naungan kasih sayang  orangtuanya. Dengan posisi sebagai anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya bernama Darwan sekaligus menjadi PNS dan pimpinan ponpes Ass-Sullamy Langko, ketika usianya masih kecil. Mamik Jamhur mengatakan:”Ayah saya yang pertama kali mendirikan ponpes Ass-Sullamy langko. Dialah pencetus pertamanya.”Ibunya bernama Hj. Muawwanah yang kesehariannya sibuk mengurus rumah tangga.

Mamik Jamhur semasa kecilnya diberi tugas oleh sang Ayah untuk mengembala Kambing. Dengan ketaatan dan keiistiqomahannya, beliau dapat modal dan mengembangkan studio Foto dari hasil pengembalaannya. Seiring pendidikannya berjalan dengan usaha kecil-kecilannya yaitu, akhirnya dengan tekad yang kuat melanjutkan studinya (S1) di IAIN Sunan Ampel Surabaya cabang Mataram (sekarang IAIN Mataram). Pada tahun 1986, Mamik Jamhur ditunjuk sebagai ketua REMAS (Remaja Masjid). Dari situlah Ia mulai mengenal Organisasi. Menjelang semester VI, Ia nikah dengan Hj.Aena Irawati yang pada saat itu menginjak semester IV dalam kampus yang sama. Ketika sudah berkeluarga meraka   berdua melanjutkan kuliahnya tanpa ada sikap pesimis, walau pun kesehariannya mereka pergi kuliah dengan satu sepeda.

Ketika lulus dari IAIN Mataram, mamik Jamhur menjadi pimpinan pondok menggantikannya karna sudah pensiun sekaligus menjadi Guru Olahraga MI di pondok yang didirikan oleh ayahnya pada tahun 1981. Dari situ terlihat bahwa cara mendidik siswanya dengan tegas dan disiplin. Disamping ketegasan fisiknya, dengan tutur kata/pola bicaranya seperti presiden Sukarno. Sehingga siswanya menganggap ada benih-benih sosok kharismatik pada dirinya. Dengan strategi mengajar membuat masyarakat ingin anaknya  dididik olehnya, mulai tahun-ketahun jumlah siswanya bertambah. Pada tahun 1985 ia mengajar mata pelajaran Aqidah Akhlak di MTs dan pada tahun 1989 mengajar Ushul Fikh di MA. Selain itu, Ia mengikuti banyak Organisasi, diantaranya: sebagai ketua PORSILA (Persatuan Olahraga Silat Langko) pada tahun 1995. Satu tahun kemudian Ia di angkat menjadi ketua Karang Taruna pada tahun 1996.

Mamik jamhur dengan tigaanak.“Anak pertama Laela Husnawati (D3 Parmasi dan status nikah), kemudian anak kedua Diana Kurniawati (smester terakhir 2016, di UIN  Malang, jurusan bhs Arab). Dan terakkhir yaitu M. Hardi Safari Taslim (MTs Gontor)” ungkapnya ketika sedang duduk sambil menikmati kopi siang itu pada tanggal 14 Mei 2016.

Salah satu siswa Yusron mengatakan:” mamik Jamhur adalah sosok guru yang tegas dan berwibawa, dan cara dakwahnya kepada santrinya simple dan biasa tapi menyentuh dalam jiwa santrinya materi yang di sampaikan.”Ungkap santri kelas 2 Aliyah tersebut.

 

Baca Juga :


Kemudian dari salah satu dewan guru kesiswaan Imail S.Pd.I mengatakan:” kepemimpinan mamik Jamhur mendapatk epercayaan dari masyarakat karna dekatnya dengan masyarakat baik itu masyarakat lemah, kaya, miskin dan sebagainya”ungkap seorang guru ketika sedang duduk di kantor kesiswaan pagi menjelang siang itu. Sang guru melanjutkan “Sehingga mamik Jamhur menjabat sebagai dewan legislatif DPRD dari Partai Serikat Islam periode 1999-2004.”

Dengan keterlibatan sebagai dewan, mamik Jamhur semakin berwibawa dan masyarakat semakin merasakan simpatik kepadanya. Dengan kepemimpinannya yang begitu tegas, adil dan bijaksana. Dengan badan yang tegap dan wajahnya yang membuat orang simpati, akhirnya ia naik kembali menjadi DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) dari Partai Serikat Indonesia (PSI) periode 2004-2009. Dalam perjalanannya sebagai pejabat Ia juga dipercaya sebagai ketua INGKAI se-Indonesia sekaligus sebagai ketua LPA ( Lembaga Perlindungan Anak) se- NTB padatahun 2007.

Padatahun 2009, Ia berpindah posisi dari legislatif menjadi eksekutif yaitu ia mencalonkan diri sebagai wakil Bupati Lombok Barat. Dengan persaingan yang sangatketat, ketika pemilu tahun 2009 terjadi politik yang sangat tajam. “Sebagai calon pemilu menggunakan berbagai strategi agar mendapatkan sesuai tujuan, tak lain hanya mendapatkan jumlah suara yang banyak” ungkap salah satu masyarakat. Begitu pula dengan sosok mamik Jamhur tak mau kalah dengan persaingan politik yang begitu sengit. Ketika itu ia masuk dalam partai NASDEM,  dengan nomer calon nurut Dua. Namun setelah berbagai cara yang di lakukan, hasilnya tak berbuah. Ketika pemilu Bupati berakhir yang dimenangkan oleh Dr. Zaini Arony, Akhirnya ia tak psimis dengan hal itu, karna pekerjaannya masih banyak yang harus di lakukan. Dari itu Mamik Jamhur mulai focus dalam mengelola ponpes Ass-Sullamy Langko, dengan menggunakan strategi ampuh. Seluruh dewan guru maupun staf TU-nya di arahkan agar lebih serius menangani anak didik. Dengan keteguhan dan kebijaksanaannya, semua guru dan staf mentaati apa yang di arahkan olehnya. Begitu pula santrinya mulai berubah, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Dari segi kuantitas, santrinya setiap tahun mengalami peningkatan, dan dari segi kualitasnya banyak santri punya bakat dan kreatif. Salah satu strategi yang ia gunakan dalam mencetak peserta didiknya menjadi berkualitas adalah dengan cara memberikan fasilitas sesuai dengan bakat dan hobi santrinya. Setiap tahun berperan di pondok pesantren selalu mengalami perubahan baik dari pihak guru, staf dan santrinya. Guru mulai mendidik dengan cara yang lebih baik. Stafnya mulai bekerja dengan lebih serius. Tak kalah santrinya yang “Dulunya Santri yang pemalu, kurang mental dan lainnya. Sekarang menjadi santri yang banyak mental dan kreatif tinggi” ungkap salah satu guru ketika sedang duduk di kantor siang itu.

Mamik Jamhur focus mengabdi sebagai pimpinan pondok selama 5 tahun dari 2009-2014, terlihat ada perubahan yang terjadi baik dari pihak guru, staf dan santrinya. Karna dulu semasa menjadi pejabat/Dewan perwakilan rakyat, ia jarang memperhatikan keadaan dan kondisi pondok. Ia selalu sibuk dengan tugas-tugas kantor, “namun itu semua tak lain hanya untuk kemajuan pondok dan santri juga” ungkap sang pimpinan pondok (Drs. H.M. Jamhur M.Pd.I). Dengan jiwa kharismatiknya, membuat masyarakat menjadi simpatik terhadapnya. “Satu hal yang membuat masyarakat tertarik kepada kepemimpinannya adalah setiap menyampaikan dakwahnya dengan berapi-api  yang langsung menyentuh jiwa seseorang” ungkap salah satu warga. Di samping memposisikan diri sebagai pimpinan pondok, ia selalu mengikuti kegiatan sosial, dan agama di masyarakat seperti halnya perkawinan. Ia selalu jadi orang utama dalam acara tersebut. Dengan kecerdasanya, ia biasa mengondisikan diri dengan siapa lawan bicara. Bertata tutur yang lembut Ketika bicara dengan Orangtua Jompo, dengan tegas dan bijaksana ketika berhadapan dengan santrinya, dengan rasa bersahabat ketika berhadapan dengan masyarakat umum.

Selama 5 tahun bergelut di pondok dengan hasil kepemimpinannya melahirkan benih-benih bangsa yang unggul. Kini ia saatnya untuk melanjutkan kepemimpinannya yang lebih tinggi, dari ruang lingkup pondok menuju masyarakat luas yaitu ia kembali lagi mencalonkan diri sebagai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setelah 5 tahun lamanya cuti sebagai Dewan.

Pada tanggal 9 April 2014,  pemiilihan  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Barat Dapil 5 Lingsar-Narmada. Mamik Jamhur dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan optimis dalam pendiriannya sebagai calon. Dan sampai sekarang bergelut di dunia politik. Satu kalimat darinya yang membuat orang tertarik dan segan kepadanya adalah:“Dari keteguhan jiwa, ketegasan dan bijaksana menjadi kharismatik”. Itu semua ada pada dirinya, sehingga masyarakat memberinya gelar sebagai pemimpin yang kharismatik. [] - 03



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan