logoblog

Cari

Tutup Iklan

Biografi TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid

Biografi TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid

Tiada kalimat yang terindah untuk kita ucapkan selain rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT, karena anugerahNyalah, sehingga hadir seorang tokoh

Tokoh

Pangkat Ali
Oleh Pangkat Ali
08 Juli, 2017 20:07:11
Tokoh
Komentar: 0
Dibaca: 102300 Kali

Tiada kalimat yang terindah untuk kita ucapkan selain rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT, karena anugerahNyalah, sehingga hadir seorang tokoh di muka bumi untuk memberikan penerangan dan bimbingan, sekaligus meninggalkan sesuatu yang masih dapat kita nikmati sampai sekarang. Beliau laksana rembulan yang menyinari bumi dan memekarkan bunga yang harum semerbak. Beliau adalah TGKH Zainuddin Abdul Majid dari Pancor. Bahkan karya dan peninggalannya telah banyak dinikmati oleh generasi muda Gumi Sasak. Untuk lebih memahami tentang sekelumit perjalanan dan sepak terjang beliau dalam perjuangan menegakkan agama Islam. Ikuti uraian berikut.

Kelahiran dan Silsilah

TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid, berasal dari  Pancor, adalah putra dari pasangan H.Abdul Majid yang dikenal dari Guru Mukminah dengan Hajjah Halimatussa’diyah. Beliau dilahirkan pada tanggal 17 Rabi’ul Awal 1316 H (1898 Masehi), tepatnya di kampung Bermi desa Pancor-Lombok Timur.

Haji Abdul Majid, dikenal sebagai pemimpin yang sangat tegas, pantang menyerah dan ksatria, pemberani. Selain itu, beliau sangat tekun dan memiliki minat belajar yang sangat luar biasa dan rajin menyebarluaskan ajaran Islam. Karena ketekunannya inilah, kemudian H. Abdul Majid memperoleh gelar Guru Mukminah. Dakwah yang dilakukan oleh guru Mukminah sangat cepat menyebar dan mendapatkan simpati dari masyarakat, karena pendekatan dan metode yang dipergunakan melalui napas budaya. Inilah yang menyebabkan kemudian beliau semakin cepat mengembangkan sayap dakwahnya dalam mengembangkan ajara Islam

Dalam melaksanakan dakwahnya, guru Mukminah didampingi oleh istrinya yang bernama Hajjah Halimatussa’diyah, Ummi Rahli, Papuq Ain, dan Inaq Maksud. Istri-istri beliau dengan sangat setia, sangat mendukung segala kegiatan dakwah yang dilakukan. Allah SWT mengarunia pasangan-pasangan harmonis tersebut beberapa orang putra. Dari pernikahannya dengan Hajjah Halimatussa’diyah, beliau dikarunia beberapa orang putra-putri yaitu Siti Syarbini, Siti Cilah, Hajjah Saudah, H. Muhammad Shabur, Hajjah Masyitah, dan Hamzanwadi. Dari pernikahan beliau dengan Ummi Rahli, beliau dikarunia beberapa putra-putri yaitu H. Ahmad Rifai, H. Muhammad Faisal, Haji kalsum. Dari pernikahannya dengan Papuq Ain, beliau dikaruniai juga putra-putri yaitu H. Mahsun, sedangkan pernikahan dengan Ummi Maksud, beliau dikaruniai putra bernama H. Maksud.

Dari keturunan-keturunanya ini, guru Mukminah sangat mengharapkan akan lahirnya generasi pejuang agama, pembangun bangsa yang akan dapat meneruskan perjuangannya. Cita-cita ini menjadi kenyataan, seluruh putra putri beliau menjadi pemimpin perjuangan dan pergerakan bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia. Salah seorang putra yang terkenal memimpin laskar Pejuang Mujahiddin melawan penjajah adalah H. Muhammad Faesal yang kemudian gugur membela kehormatan bangsa dan negara. H. Muhammad Faesal dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Rinjani di Kota Selong. Putra beliau yang paling terkenal adalah Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid yang lebih akrab dipanggil Bapak Maulana Hamzanwadi Pancor.

Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul  Majid telah melangsungkan pernikahan sebanyak tujuh kali. Diantara istri-istri beliau adalah, Ummi Nurhasanah dari Taliwang, Hajjah Fatmah dari Pancor, Hajjah Rehan dari Pancor, Hajjah Jauhariah dari Selong, Hajjah Adniah dari Kelayu, Hajjah Baiq Zuhriyah Tanjung, Hajjah Rahmah dari Jenggik, Rarang. Dari tujuh pernikahan ini, beliau hanya dikaruniai dua orang putri yaitu Hajjah Rauhun dari pernikahan beliau dengan Hajjah Jauhariah dan Hajjah Siti Raehanun dari pernikahan beliau dengan Hajjah Baiq Rahmah.

Dari dua orang putri ini, Tuan Guru Kyai Haji Muh. Zainuddin Abdul Majid, mempunyai beberapa cucu antara lain.

  1. Cucu dari putri beliau yaitu Hajjah Siti Rauhun antara lain : Ir Siti Rohmi Jamilah, S.Pd., (sulung), M. Syamsul Lutfi, BA, TGH. Dr. Muhammad Zainul Majdi, MA, Jamaluddin, MS, Siti Soraya, Siti Hidayati (bungsu).
  2. Cucu dari putri beliau yaitu Hajjah Siti Raehanun antara lain; Lalu Gde Wire Sakti Muhammad Ali Amir Murni (sulung), Lale Laksmining Puji Jagat, S.Ag., Lale Yaqutun Nafis, S.Pd., Lalu Gde Syamsul, Lale Syifa, Lalu Gde Zainuddin Tsani, Lalu Gde Fatihin (bungsu).

TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid, memiliki nama kecil Assyagaf. Sebelum kelahirannya sudah ada tanda-tanda atau keistimewaan ketika masih dalam kandungan. Beliau (orang tuanya) dalam alam ghaib didatangi oleh dua orang wali. Wali itu adalah Muhammad Syaggaf dari Yaman dan Zainuddin dari Bagdad. Kedua wali tersebut berpesan “jika putramu lahir, berilah dia nama Assyaggaf atau Zainuddin”.

Sesuai denga pesan tersebut, kemudian guru Mukminah memberi putranya nama Muhammad Syaggaf yang dipanggil akrab oleh inbudanya “Gep”. Assyaggaf terkenal sangat cerdas, jujur, ta’at dan patuh kepada orang tua, sehingga ilmu-ilmu yang ditransformasikan oleh orang tuanya dengan cepat dapat diterima. Selain sifat tersebut, meskipun Assyaggaf berasal dari keluarga yang cukup mampu, beliau tidak sombong, terkenal pemurah, sehingga membuatnya disenangi oleh teman-temannya. Sifat-sifat yang mengesankan tersebut diiringi dengan sifat sabar. Sabar dalam menghadapi berbagai cobaan dan rintangan dalam hidup dan kehidupannya. Berkat transformasi keilmuan yang diberikan oleh keluarga, kemudian Assyaggaf tumbuh menjadi anak yang shaleh dan berbudi tinggi.

Pengembaraan dalam Menuntut Ilmu

Kebaikan sikap dan sifat yang dmiliki oleh Assyagaf kemudian orang tuanya menyerahkan kepada Tuan Guru Syarafuddin Pancor untuk belajar ilmu-ilmu agama (non formal). Tuan Guru Syarafuddin sangat senang terhadap Assyagaf yang begitu pintar dan cepat menerima pelajaran. Kemudian untuk selanjutnya Assyagaf diserahkan kepada Tuan Guru Haji Abdullah bin Amaq Dulaji. Pada tahun 1916 Masehi, setelah menempuh pendidikan non formal, guru Mukminah melanjutkan pendidikan Assyagaf ke Sekolah Rakyat.

Pada Sekolah Rakyat, Assyagaf menghabiskan waktunya untuk belajar, ketekunan, kedisiplinan dan kecerdasannya sangat membanggakan bagi gurunya sehingga hasil belajarnya sangat memuaskan. Setelah menyelesaikan pendidikannya tahun 1919 Masehi, kemudian orang tuanya (guru Mukminah) memikirkan kelanjutan sekolah putranya yang tercinta. Akhirnya pada tahun 1923 Masehi membawa Assyagaf ke Tanah Suci Makkah. Sementara itu, Assyagaf banyak belajar pada ulama-ulama yang ada di Masjidil Haram. Kurang lebih lima tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1928 Masehi, beliau masuk di Madrasah Ash-Shaulatiyah. Pada zaman tersebut, Madrasah Ash-Shaulatiyah merupakan sebuah lembaga pendidikan yang cukup terkenal di Mekah. Di Madrasah ini, beliau belajar sangat tekun dan membanggakan gurunya.

Salah Seorang Maha Guru Dari TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid, Al Allamah Al Adib As-Syayyid Muhammad Amin Al Kutbi memuji muridnya yang genius ini dalam sebuah syair berbahasa Arab yang terjemahannya dalam bahasa Indonesia kira-kira seperti begini:

Demi Allah, Saya Kagum Pada Zainuddin,

Kagum Pada Kelebihannya Atas Orang Lain,

Pada Kebesarannya Yang Tinggi,

Dan Kecerdasannya Yang Tiada Tertandingi

 

Baca Juga :


Jasanya Semerbak Dimana-Mana

Menunjukkan Satu-Satunya Permata,

Yang Tersimpan Pada Moyangnya.

Buah Tangannya Indah Lagi Menawan

Penata Bunga-Bungaan

Yang Tumbuh Teratur Di Lereng Pegunungan

Pujian lain diberikan pula oleh maha gurunya, Allamah Asy-Syaikh Salim Rahmatullah: “Madrasah Ash-Shaulatiyah tidak perlu memiliki murid banyak, cukup satu orang saja asalkan memiliki prestasi dan kualitas seperti Zainuddin. Kawan Sekelasnya, Syaikh Zakaria Abdullah Bila memuji Zainuddin dengan Mengatakan “Syaikh Zainuddin Adalah Saudaraku, karibku, kawan sekelasku. saya belum pernah mampu mengunggulinya dan saya tidak pernah menang dalam berprestasi, dikala saya dan dia bersama-sama dalam satu kelas. Di Madrasah Ash Shalautiyah Makkah. Saya sungguh menyadari akan hal Ini. Syaikh Zainuddin adalah manusia ajaib di kelasku. Karena kegeniusannya yang sangat tinggi. Syaikh Zainuddin adalah ulama dan Mujahid (Pejuang) agama, nusa dan bangsanya. saya tahu, telah berapa banyak otak manusia diukirnya, telah berapa banyak kader penerus agama, nusa bangsa yang dihasilkannya. Saya tahu dia adalah mukhlis (orang yang ikhlas) dalam berjuang menegakkan iman dan taqwa di negerinya, rela berkorban, cita-citanya luhur. Dia memiliki kelebihan di kalangan teman-teman segenerasinya. Kelebihan yang dia miliki selain yang saya sebutkan tadi, yaitu dia selalu mendapat doa restu dari guru-guru kami, ulama-ulama besar di tanah suci Makkah al Mukarramah, utamanya Maulana As-Syaikh Hasan Muhammad al Masysyath”

Guru yang sangat dihormatinya yaitu, Maulana As-Syaikh Hasan Muhammad Al Masysyath Pernah Berkata: “Saya tidak akan berdo’a kekhadirat Allah SWT, kecuali kalau Zainuddin itu, sudah ampak jelas di depanku, dan bersamaku”. Syaikh Ismail Zain Al Yamani, seorang ulama besar Makkah, sangat kagum kepada Syaikh Zainuddin, karena ketinggian ilmu dan keberhasilan perjuangan beliau. Dengan penuh keikhlasan ulama besar kota suci itu, mengatakan bahwa, beliau mencintai siapa saja yang cinta kepada Syaikh Zainuddin dan membenci siapa saja yang benci kepada beliau.

Fadlilatul Allamah Prof. Dr. Sayyid Muhammad Alawi Abbas Al Maliki Al Makki, seorang ulama terkemuka kota Makkah mengatakan, tak ada seorangpun ahli ilmu di tanah suci Makkah al Mukarramah, baik thulab maupun ulama yang tidak kenal akan kehebatan dan ketinggian ilmu Syaikh Zainuddin. Syaikh Zainuddin adalah ulama besar, bukan hanya milik ummat Islam Indonesia, tetapi juga milik ummat Islam se Dunia.

Strategi Dakwah dan Karya Nyata

Setelah menyelesaikan pendidikan di Mekah, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid kemudian mengajarkan ilmunya di tanah air (Lombok). Kemudian perjuangan dan pergerakannya untuk mencerdaskan kehidupan ummat manusia, beliau mendirikan Nahdalatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI). Strategi yang dipergunakan tidak mampu diketahui oleh penjajah kala itu, karena setiap pembelajaran keagamaan yang diberikan, selalu beliau memberikan alasan bahwa, itu adalah pelajaran Bahasa Arab. Beliau terus berjuang untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan menambah lembaga pendidikan, tepatnya pada tanggal 21 April 1943 Masehi, beliau mendirikan Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI).

Keberhasilannya membangun lembaga pendidikan ini, kemudian pihak Jepang memanggil dan menginterogasi beliau dengan berbagai pertanyaan, tetapi dapat dijawab dengan cara yang sangat tepat sehingga tidak menimbulkan kecurigaan. Rintangan dan tantangan bukan hanya datang dari pihak penjajah, tetapi juga dari kalangan local, namun beliau tetap sabar dan ditanggapi dengan cara yang baik. Perjuangannya bukan hanya di lembaga sosial kependidikan, tetapi beliau juga memimpin dan terjun untuk menumpas para penjajah.

Dalam kepemimpinan, beliau tidak memberikan perintah atau nasihat sebelum ia sendiri yang mengerjakannya. Hal ini berarti merupakan contoh dan suri tauladan yang baik. Tindakannyapun dalam setiap menyelesaikan masalah, selalu arif dan bijaksana dengan mengacu pada aturan hukum syara’.

TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid, mempunyai cita-cita yang sangat luhur untuk mendirikan organisasi lembaga pendidikan. Akhirnya organisasi lembaga pendidikan tersebut berhasil diwujudkan pada tanggal 1 Maret 1953 Masehi yang disebut Nahdlatul Wathan (NW). Organisasi Nahdlatul Wathan (NW) mengalami perkembangan yang pesat, bahkan sampai di luar Pulau Lombok. Organisasi Nahdlatul Wathan terdapat di beberapa tempat antara lain:

  1. Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan Propinsi Nusa Tenggara Barat yang meliputi
    1. Pengurus Daerah Nahdlatul Wathan Kodya Mataram meliputi Cabang Nahdlatul Wathan Mataram, Ampenan, dan Cakranegara
    2. Pengurus Daerah Nahdlatul Wathan Kabupaten Lombok Barat meliputi Cabang Nahdlatul Wathan Gerung, Sekotong Barat, Sekotong Timur, Sekontong Tengah, Kediri, Narmada, Gunung Sari.
    3. Pengurus Daerah Nahdlatul Wathan Kabupaten Lombok Utara meliputi Cabang Nahdlatul Wathan Bayan, Tanjung dan Gangga
    4. Pengurus Daerah Nahdlatul Wathan Kabupaten Lombok Tengah meliputi Cabang Nahdlatul Wathan Praya, Praya Barat, Praya Timur, Jonggat, Pujut, Janapria, Pringgarata, Kopang, Batu Keliang, dan beberapa daerah pengembangan di Lombok Tengah
    5. Pengurus Daerah Nahdlatul Wathan Kabupaten Lombok Timur meliputi Cabang Nahdlatul Wathan Selong, Labuan Haji, Sukamulia, Pringgabaya, Suela, Sambelia, Sembalun, Sakra Barat, Sakra Timur, Keruak, Jerowaru, Terara, Sikur, dan Montong Gading
    6. Pengurus Daerah Nahdlatul Wathan Kabupaten Sumbawa meliputi Cabang Nahdlatul Wathan Sumbawa Besar, Alas, Lape-Lopok, Empang, Plampang, Taliwang, Jereweh, Moyo Hulu, Moyo Hilir, Lunyuk, Batu Lanteh.
    7. Pengurus Daerah Nahdlatul Wathan Kabupaten Dompu meliputi Cabang Nahdlatul Wathan Hu’u, Kempo, Kedindi, Pekat, Dompu, Calabai.
    8. Pengurus Daerah Bima meliputi Cabang Nahdlatul Wathan Sape, Bolo, Rasanae, Woha, Wawo, Monta.
  2. Pengurus Perwakilan Nahdlatul Wathan Batam
  3. Pengurus Perwakilan Nahdlatul Wathan Jakarta
  4. Pengurus Perwakilan Nahdlatul Wathan Bali
  5. Pengurus Perwakilan Nahdlatul Wathan Sulawesi
  6. Pengurus Perwakilan Nahdlatul Wathan Kalimantan
  7. Pengurus Perwakilan Nahdlatul Wathan Irian jaya
  8. Pengurus Perwakilan Nahdlatul Wathan NTT
  9. Dan lain-lain

Keberhasilan TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid memperluas organisasi Nahdlatul Wathan karena sistem dan manajemen pengelolaan yang cukup memadai. Keberhasilan TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid, bukan hanya dalam pengembangan organisasi Nahdlatul Wathan, tetapi banyak menghasilkan karya tulis. Karya tulis yang beliau hasilkan antara lain, meliputi bidang Hukum Islam, Pendidikan, Kesenian dan lain-lain.

Adapun karya tulis yang dimaksudkan adalah (1) Dalam Bahasa Arab: Risalatul Tauhid dalam bentuk soal jawab, Sullamul Hija Syarah Safinatun Naja (Ilmu Fiqh, Nahdlatul Zainiyah dalam bentuk Nadham (Ilmu Faraid), At-Tuhfatul Ampenaniyyah dalam bentuk soal jawab (Ilmu Faraid), Mi’fajus Shibyan ila Sama’illmil Bayan (Ilmu Balagah), An-Nafahat ‘alat Taqriatis Saniyah (Ilmu Musthtalaah Hadits), Nailul Anfal (Ilmu Tajwid), Hizbu nahdlatul Wathan (Doa Wirid) Hizbu Nahdlatul Banat (Do’a Wirid), Sholawat Nahdlatul (Sholawat Iftitah dan Khotimah), Thoriqot Hizib Nahdlatul Wathan (Wirid Harian), Ikhtisar Hizib Nahdlatul Wathan (Wirid Harian), Sholawat Nahdlatul Wathan (Wirid Harian), Sholawat Miftahi Babi rahmatillah (Wirid dan Do’a), Sholawat Mab’utsi Rahmatan Lil Alamin (Wirid dan Do’a) (2) Dalam Bahasa Indonesia : Batu Ngompal (Ilmu Tajwid), Anak Nunggal Taqrirat Batu Ngompal (Ilmu Tajwid), Wasiat Renungan Masa I (Nasihat dan Petunjuk Perjuangan Nahdlatul Wathan), Wasiat Renungan Masa Pengalaman Bari II (Nasihat dan Petunjuk Perjuangan bagi warga NW) (3) Nasyid/Lagu Perjuangan dan Dakwah dalam Bahasa Arab, Indonesia dan Sasak : Ta’sis NWDI (Antiya Pancor Biladi), Imamunasy Syafi’i, Ya Fata Sasak, Ahlan bi Wafdizzaririn, Tanawar, Mars Nahdlatul Wathan, Bersatulah Haluan, Nahdlatain, Pacu Gama’

Wafat

Demikianlah perjalanan pergerakan TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid, maka wajarlah kalau Pemerintah Republik Indonesia memberikan Bintang Penghargaan sebagai wujud resmi pengakuan atas jasa beliau. Akhirnya, pada tanggal 20 Jumadil Akhir 1418 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 21 Oktober 1997 Masehi, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid wafat di rumahnya di desa Pancor. Lautan manusia, jama’ah TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid yang berasal dari seluruh Indonesia, menghadiri pemakaman tersebut. Ummat Islam merasa sangat kehilangan dengan wafatnya beliau. Semoga seluruh amal ibadahnya mendapatkan balasan yang setimpal dan semoga kita mengikuti jejak langkah perjuangan beliau dalam menegakkan ajaran Agama Islam. Amin ya rabbal alamin (Disarikan dari berbagai sumber) -01



 
Pangkat Ali

Pangkat Ali

Save Our Gumi Paer...LOMBOK Lalu Pangkat Ali, kesehariannya sebagai ASN -Pejabat Fungsional Pranata Humas Permkab.Lobar. Tinggal di Desa Kopang-Lombok Tengah. CP & WA: 081907941070. Fb: Fotografer Kopang & Eliza Agniya

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan