logoblog

Cari

Tutup Iklan

Sosok Pahlawan Nasional Dari NTB

Sosok Pahlawan Nasional Dari NTB

Masyarakat NTB patut  patut bangga dan bahagia, karena pada tahun 2017 ini, bertepatan dengan peringatan hari pahlawan, putera terbaik Nusa Tenggara

Tokoh

alan malingi
Oleh alan malingi
10 November, 2017 08:57:58
Tokoh
Komentar: 0
Dibaca: 34697 Kali

Masyarakat NTB patut patut bangga dan bahagia, karena pada tahun 2017 ini, bertepatan dengan peringatan hari pahlawan, putera terbaik Nusa Tenggara Barat yaitu TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid ditetapkan sebagai pahlawan Nasional. Hal ini tentunya menjadi sejarah bagi pemerintah dan masyarakat NTB, dimana sosok yang dikenal dengan Tuan Guru Pancor ini adalah tokoh pertama di NTB yang meraih gelar pahlawan nasional.

Sosok TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid lahir di Kampung Bermi Pancor Lombok Timur pada tanggal 19 April 1908 dan wafat pada tanggal 21 Oktober 1997. Sepulang dari Mekkah, TGKH . Muhammad Zainuddin Abdul Madjid mendirikan pondok pesantren Al-Mujahiddin sebagai garis perjuangan berbasis pondok pesantren. Kemudian pada tahun 1936 mendirikan pondok pesantren Nahdadul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) yang terus berkembang menjadi cikal bakal dari orgnasisasi besar Nahdatul Wathan yang berbasis di tanah Lombok hingga kini.

Pada tahun 1943, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid melakukan satu langkah yang sangat penting dalam rangka apa yang disebut dengan Education For All yaitu mendirikan sekolah madrasah pertama bagi kaum perempuan yang diberi nama Nahdhatul Benat Diniyah Islamiyah(NBDI). Untuk menghadapi NICA(  Nederlandsch Indië Civil Administratie ) beliau membentuk lasykar Mujahiddin pada tahun 1947. Bersama Saleh Sungkar beliau membentuk wadah yang bersifat politik untuk berjuang dan memajukan masyarakat Wadah ini bernama Persatuan Ummat Islam Lombok ( PUIL). Keduanya dikenal dengan Dwi Tunggal dalam bidang politik kebangsaan. Kiprahnya di era orde lama hingga orde baru sangatlah besar, beliau aktif menjadi anggota konstituante, kemudian aktif di Masyumi, Parmusi dan di Golkar.

Pada tahun 1948, beliau menjadi amirul Haj kehormatan dari Negara Indonesia Timur dan pernah menjadi delegasi NIT ke Saudi Arabia yang antara lain bertugas untuk bertemu pemerintah Arab Saudi. Tidak seperti yang diharapkan Pemerintah Belanda, dua rombongan kehormatan ini justru dimanfaatkan oleh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid untuk bertemu dengan para Mukimin ( Masyarakat Indonesia yang ada di Makkah) untuk melakukan konsolidasi membangun semangat nasionalisme.

Kiprah TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dengsn Nahdatul Wathan sangatlah besar bagi pendidikan dan ummat. Hingga akhir hayatnya beliau terus melakukan pembinaan dan pembimbingan ummat melalui pengajian dan tarekat Nahdhatul Wathan. Ajaran-ajaran tarekatnya yang berbasis pada pemahaman keislaman yang moderat yaitu Ahlu Sunnah Wal Jammah menjadi trendsetter. (alan)

 

Baca Juga :


Sumber :

  1. Kementerian Sosial RI
  2. Humas Dan Protokol Setda NTB   

 



 
alan malingi

alan malingi

blogger dan penulis asal Bima-NTB. Kontak : 08123734986-0811390858. Kunjungi juga www.bimasumbawa.com dan www.alanmalingi.wordpress.com.Facebook, WA, Twitter dan Instagram Alan Malingi.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan