logoblog

Cari

Sabirin Minta BNPB Pecat Dan Hukum Fasilitator Palsukan Dokumen

Sabirin Minta BNPB Pecat Dan Hukum Fasilitator Palsukan Dokumen

Sabirin Minta BNPB Pecat Dan Hukum Fasilitator Yang Palsukan Dokumen Negara Kampungmedia Narmada - Menyusul Kejadian yang tidak semestinya dilakukan oleh

Tokoh

Nanang Abdul Hamid
Oleh Nanang Abdul Hamid
14 Februari, 2019 22:15:36
Tokoh
Komentar: 0
Dibaca: 8177 Kali

Sabirin Minta BNPB Pecat Dan Hukum Fasilitator Yang Palsukan Dokumen Negara

Kampungmedia Narmada - Menyusul Kejadian yang tidak semestinya dilakukan oleh Fasilitator dipusat layanan terpadu satu pintu yang memancing emosi Kalak BPBD Lobar H.M.Najib hingga sempat menggebrak meja, begitu cepat beredar hingga ke telinga salah seorang aktifis sekaligus politisi dan tokoh masyarakat Narmada H.M Sabirin.
Kepada media Sabirin dikediamannya mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh oknum Fasilitator tersebut adalah pelanggaran berat dengan tuduhan pemalsuan dokumen negara dengan tujuan tertentu, Kamis (14/2).
"Bagaimanapun situasinya, melihat kondisi masyarakat yang sedang terdampak gempa, kondisi mentalnya sangat sensitif dan masih dalam trauma. Paling tidak para petugas yang dipercaya lebih mengedepankan konsistensi dan transparansinya kepada masyarakat. Sampaikanlah data yang sebenarnya dan akurat sesuai temuan lapangan.sementara masyarakat masih dalam kondisi sulit, tolong jangan di manfaatkan dan dipermainkan", tegasnya.
Sabirin juga mengaku menerima banyak laporan tentang tingkah polah Fasilitator dilapangkan yang terindikasi memanfaatkan keadaan.
"Saya sering menerima keluhan masyarakat terkait tingkah para Fasilitator nakal yang mendulang keuntungan di air keruh seperti kondisi saat ini.Apalagi sampai berani melakukan pemalsuan tandatangan masyarakat dengan scanner. Hal itu adalah pemalsuan dokumen negara. Saya minta kepada pihak terkait yang berwenang seperti BNPB ataupun lainnya untuk menindak secara hukum dan memecat dengan tidak hormat oknum yang melakukan hal tersebut. Ini akan menjadi pembelajaran bagi yang lain", ujarnya sedikit emosi.

Dijelaskannya juga bahwa, merekayasa data tersebut tidak bisa ditolerir, sementara dokumen tersebut dikeluarkan oleh negara untuk kepentingan orang banyak, terlebih masyarakat yang tertimpa bencana.
"Kesalahan ini pasti ada tujuannya, ini berkaitan dengan dokumen yang dikeluarkan oleh negara. Dari hal yang dianggap sepele ini justru akan berdampak besar dan banyak pihak yang akan terseret. Bagaimana besok dengan dana yang lebih besar. Siapapun yang tahu ini pasti akan marah," ujarnya gusar.(N3G)

 

Baca Juga :




 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan