Menulis sebaga Sebuah Kebutuhan

KM Mada Oi Pangguli. (Catatan Usman D Ganggang) Berjumpa dengan pengarang yang satu ini, kita selalu disuguhi cerita menarik lagi bermakna.Tidak hanya itu, kita diajak ke kamar bukunya. Mengajak kita untuk berdialog-ria bersama buku karangannya. Boleh juga karya pengarang lainnya. Iya terserah kita sajalah! Boleh juga baca majalah dan koran yang bertumpuk-tumpuk di atas meja." Iya rumahnya, juga perpustakaannya", gumam kita setelah menikmati karyanya.


Menjumpai beliau untuk pertama kalinya, tentulah kita berpikir beliau hanya seorang pengarang cerita rakyat. Pasalnya,buku-bku karyanya yang tersebar di masyarakat dominan buku cerita rakyat, seperti : (1) Sepasang Mestika dari Lemba Selatan (YPSBM,2003; (2) Pemilik Tongkat Berwarna Ungu ( YPSBM, 2003); (3) Kembali ke Padang Leluhur ( YPSMB,2003); (4) Mertua dan Menantu (YPSBM,2012); (5) Ama Balando Mahani Persada, 2011); (6) La Bango (Mahani Persada, 2011) dan sejumlah karya cerita lainnya.

Setelah ke rumahnya, eh..., ternyata, dia juga seorang penyair dan juga sebagai novelis. Sejumlah novelnya tersimpan dalam lemari khusus juga sejumlah antalogi puisinya beliau tunjukkan kepada penulis. Salah satu antaloginya yang diberikan sebagai kado buat saya, adalah "Sajak ,Terimaksih Jogya. Buku antalogi ini bekerja sama dengan Kusuma Sari Hikmawati seorang bidan yang bekerja di RSU Bima.

Selain menerbitkan buku, beliau juga sering mengirimkan artikelnya ke berabago koran dan majalah, baik terbitan lokal maupun nasional."Bagi saya, menulis itu sebagai kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan", ujarnya sambil berujar manis, "Meski umurku sudah tua, tokh tetap saya menulis, tentang apa yang saya lihat, apa yang saya dengar, apa yang saya rasa, bahkan tentang apa yang saya raba".

Pengarang yang bernama panjang Muhammad Tahir Alwi ini, ternyata lahirnya di Wawo Bima-NTB, pada 22Februari 1940, dari pasangan H.Alwi Paka dan Siti Daimah. Haji Alwi merupakan anak keempat dari delapan bersaudara .

Setelah tamat SMP di Bima, Haji Alwi kecil meneruskan studinya di SMA Muhamadiyah 2 Jogya, dan tamat tahun 1961. SMA bekerja pada Dinas Pembasmian malaria di Pulau Sumbawa.Lalu, pada tahun 1963, beliau menikahi gadis pujaannya bernama Siti Nurhayati Mustakim. Dari perkawinan itu, memperoleh anak, dua putra dan tiga putri

Beliau juga pernah bekerja di Dinas kesehatan Kabpaten Bima dan terakhir bekerja pada Sekolah Perawat Kesehatan Depkes Bima sampai penyasiun pada tahun 1996

Meski sudah ujur, tokh masih menempatkan waktu untuk menulis. karya-karya yang tersebar luas, antara lain :(1) Kamus Bahasa Bima-Indonesia-Inggris (KMU,2003); (2) Matahari dalam Kabut (Novel, 2004); (3) Cinta di Bumi,Cinta di Langit(puisi,2004), dan masih banyak lagi yang tak sempat dicatat di sini.

Jika Anda mau bertukar pikiran terkait dunia tulis menulis khususnya, membaca atau membeli bukunya dan berupa curhat lainnya, silakan ke alamat berikut ini:Jln Manggis No.20 RT 09 RW 04 Rabangodu Kec.Raba Kota Bima -NTB. Atau kalau bertelpon-ria, . HP: . Alhm

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru